Kamis, 17 Desember 2015

"GGD merupakan program unggulan tahun ini dan 2016 akan kirim sebanyak 1.500 GGD" kata Anies.

Kamis, 17 Desember 2015 | 11:38

Jakarta - Gerakan Indonesia Mengajar (IM) kembali mengirimkan pengajar muda ke tiga kabupaten baru yakni Kabupaten Nunukan, Kepulauan Natuna, dan Pegunungan Bintang. 
Menurut Direktur Eksekutif IM Elvi, Harwati Trisna, para pengajar muda yang dikirim tidak hanya mengabdi menjadi guru sekolah dasar (SD), tetapi juga untuk dapat mendorong tumbuhnya gerakan pendidikan yang dikelola oleh anak lokal di setiap daerah.

"Mereka hadir untuk mendorong perubahan perilaku pendidikan yang lebih baik dan berkelanjutan serta tepat sasarannya," kata Harwati pada acara Simbolis Pelepasan 50 orang pengajar muda di gedung Kemdikbud, Rabu (16/12 ) petang.
Pelepasan ini dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan yang dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah dan pimpinan korporasi gerakan Indonesia Mengajar.
Elvi juga menyebutkan, IM saat ini berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat untuk pendidikan. Selama lima tahun berdiri, IM terus meningkatkan kolaborasi dengan masyarakat di daerah serta berkolaborasi dengan pemerintahan daerah (Pemda).
Elvi menjelaskan, pengiriman pengajar muda yang dilakukan oleh IM ke daerah merupakan inisiatif gerakan pendidik yang dijalankan untuk memetik semangat kolaborasi berbagai kalangan masyarakat
Sementara itu, Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, anak-anak muda yang mau menjadi pengajar di daerah terpencil merupakan sosok yang tidak mementingkan diri sendiri tetapi hadir mengekspresikan semangat membangun bangsa melalui perbuatannya.
"Mereka mungkin tidak bisa mengekspresikan kata-kata tetapi kita dapat melihat melalui perbuatannya," kata Anies.
Tindakan anak muda tersebut, lanjut Anies, perlu diapresiasi karena mereka hadir seperti para pejuang dalam buku-buku sejarah yang memilih untuk memikir bangsanya dan negaranya.
Lebih lanjutnya, Mantan Rektor Universitas Paramadina ini menuturkan, gerakan IM merupakan gerakan masyarakat yang saat ini bermitra dengan Pemda. Pemerintah sudah selayaknya memberikan ruang dan bertanggung jawab apa yang terjadi dengan program-program untuk membangun pendidikan Indonesia. Sebab, awal hadirnya program IM tentu belum dapat diterima masyarakat. Maka, adanya kolaborasi untuk memudahkan program tersebut hadir membangun bangsa.
Selain bermitra dengan swasta, Anies mengatakan, pemerintah juga memiliki program untuk membangun daerah tertinggal melalui program Serjana Mengajar di daerah tertinggal, terluar terdepan (SM-3T) dan guru Garis Depan (GGD).
"GGD merupakan program unggulan dan untuk tahun ini. Kita telah mengirim 798 tenaga pendidik dan 2016 akan kirim lagi sebanyak 1.500," kata Anies.
Dia menambahkan, (GGD) merupakan program jangka panjang pemerintah, karena para tenaga pendidik yang diutus untuk mengajar di daerah merupakan tenaga pendidik yang diangkat jadi PNS. Mereka telah melalui tahap seleksi dari program SM-3T dan siap mengabdi dengan jangka panjang. Hal ini tentu berbeda dengan mitra swasta IM yang hanya mengabdi satu tahun.
"GGD merupakan program pemerintah untuk membangun daerah tertinggal," kata Anies.

Selasa, 15 Desember 2015

Kemendikbud Sebar 1.025 Guru Untuk Enam Kecamatan di Kabupaten Meranti

Selasa, 15 Desember 2015 23:33
TribunPekanbaru/TheoRizky
Peringatan Hari Guru Nasional diselenggarakan di Halaman kantor Walikota Pekanbaru, Rabu (25/11/2015). 

SELATPANJANG - Jumlah guru yang akan didatangkan Kementrian Pendididkan dan Kebudayaan program Guru Garis Depan (GGD) ke Kabupaten Kepualauan Meranti cukup banyak yakni 1.025. Kehadiran para guru ini dikhawatirkan akan membuat guru yang sudah ada khususnya guru bantu dan guru komite tersingkir.
"Jumlah ini sangat banyak. Kami khawatir nantinya guru-guru komite yang ada akan tersingkir," ujar Kabid Pendidikan Menengah Disdikbud Kabupaten Kepulauan Meranti, Suwandi, Selasa (15/12/2015).
Dari 1.025 guru yang akan disebar di Kepulauan Meranti tersebut terdiri dari 219 guru SMA, 44 guru SMK, 271 guru SMP dan 491 guru SD. Para GGD ini akan ditempatkan di enam kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Seperti di Kecamatan Rangsang, Rangsang Pesisir, Rangsang Barat, Pulau Merbau, Merbau dan Tasik Putripuyu.
Sementara Kecamatan Tebingtinggi, Tebingtinggi Barat dan Kecamatan Tebingtinggi Timur tidak mendapatkan GGD karena tidak termasuk dalam daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T).(*)

Senin, 14 Desember 2015

Waduuuuuhh “surat edarannya dicueki guru, ini respons menpan RB”

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnandi‎ tidak mempersoalkan surat edarannya Nomor B/3909/M.PANRB/12/2015 tertanggal 7 Desember 2015 tidak diindahkan guru.

Diketahui, isi SE Menpan RB itu mengenai permintaan agar guru tidak mengikuti perayaan HUT PGRI ke-70 di Stadion Utama Geloran Bung Karno, kemarin‎. Namun, kenyataannya kemarin puluhan ribuan guru menghadiri acara tersebut.

‎"Ya enggak apa-apa, memang jumlah guru kan banyak, hampir 2 juta jumlah guru se-Indonesia yang pegawai negeri, guru honorernya mungkin ada 1 juta mungkin yang guru tidak tetap, ya kalau datang 100 ribu ya wajar aja,‎" ujar Yuddy usai menghadiri acara pencanangan zona integritas dan wilayah bebas korupsi di Kementerian Sekretariat Negara,‎ Jakarta, Senin (14/12/2015).

Kendati demikian, dia membantah surat edarannya Nomor B/3909/M.PANRB/12/2015 tertanggal 7 Desember 2015 itu sebagai larangan bagi guru untuk menghadiri HUT PGRI ke-70 kemarin.

‎"Tidak ada larangan untuk hadir, hanya memberikan informasi bahwa puncak peringatan Hari Guru sudah dilaksanakan oleh menteri pendidikan dan kebudayaan dan dihadiri oleh presiden pada 24 November 20i5, itu saja. Kita beritahukan acara resmi pemerintah sudah dilaksanakan," tutur Yuddy.

‎Diketahui, ribuan guru kecewa karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak menghadiri acara HUT PGRI ke-70 di Stadion Utama Geloran Bung Karno, kemarin. Kekecewaan itu pun diluapkan dengan menyoraki Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani yang hadir mewakili Presiden Jokowi.

Sumber : ( http://nasional.sindonews.com )

Demikian informasi terbaru yang dapat saya sampaikan...

 semoga bermanfaat.............